Main Di Blog Sebelah

jadi, ceritanya saya lagi jarang ke mari. Tapi sumpah saya tidak ingin memutus tali cyberaturahmi antara kita. Kenapa nggak banyak ningol di sini? Karena saya lg pingin mengeksplorasi blog sebelah milik saya, yg sebenarnya sudah saya miliki sejak dulu tp baru beberapa bulan terakhir ini sy pakai. Seperti biasa, semua ini terkait dengan kejenuhan yg saya rasakan kalau melakukan suatu kegiatan secara terus-menerus tanpa ada perubhn dan perkembangan. Visi saya sih tetap sama, menggunakan Berbagi Mimpi sebagai dojo untuk mempersiapkan diri guna menjadi penulis yg bergizi. Kebetulan, di blog seelah itu, yaitu wawaney.tumblr.com, saya bisa menggunakan sejumlah inovasi yang saya pikir berguna (Anda sekalian tahu sy ini orang yang pro-teknologi, hehehe).

Jadi demikianlah, monggo mampir ke rumah sebelah di wawaney.tumblr.com itu. Saya akan tetap mempertahankan domain ini.

Maka, salam dan sampai ketemu di blog sebelah.

Posted in macem-macem No Comments

Tempat Mandi Mewah buat yang Kemping

Satu hal yang menyenangkan dari tempat wisata alam di Amerika adalah ketersediaan fasilitas penyokong kehidupan atawa ‘utilities.’ Kali ini saya pingin cerita tentang apa yang tadi siang–ah, lebih tepatnya kemarin siang, soalnya sy sekarang nulis di hari selanjutnya, yg juga tahun selanjutnya–di Red Rock Canyon State Park.

Pertama2, saya harus perkenalkan dulu apa RRCST ini. Tempatnya ada di negara bagian Oklahoma di kota kecil bernama Hinton. Taman alami ini sebenarnya adalah–sperti namanya–sebuah ngarai yang tebing2-nya adalah batu berwarna merah. Dan asyiknya, ngarai ini bisa dengan mudah kita turuni dengan mengendarai mobil, meskipun tentu sj sgt curam. Dan di dasar ngarai inilah, di sebelah2 sungai, kita bs temukan tempat2 camping dan bahkan penginapan bergaya pemukiman orang Indian.

Di kawasan itulah terdapat apa yang ingin saya ceritakan kali ini: fasilitas penyokong kehidupan. Bayangkan, di kawasan camping ground tengah hutan dasar inilah terdapat beberapa toilet umum buat para pengunjung dan pekemping. Nah, yang asyik, di antara toilet2 yang sangat bersih terawat itu, ada satu set yang khusus diperuntukkan sebagai tempat mandi. Ah, kalau sdh bgn, tidak ada lagi aladan tdk mandi ketika camping karena sulit :) . Besok kita lanjutkan lebih jauh lagi.

Tags:
Posted in macem-macem No Comments

Nyetir Game

Satu temuan telat yg saya dapatkan adalah bahwa dengan teknologi cruise control (itu lho, tombol di setir yang kalau kita pencet kecepatan mobil bisa menjadi konstan dan kita bisa lepas menginjak gas) kita bisa nyetir mobil seperti bermain game.

Begini cerita pengalaman saya nyetir 100-an mil dari West Siloam Spring sampai Stillwater, Oklahoma: Ternyata tombol ‘accelerate’ di setir (dam kumpulan tombol2 cruise control) itu gunanya memang untjk meningkatkan kecepatan saat kita bercruise control.

Tags:
Posted in macem-macem No Comments

Membuka Pintu

Apakah kamu pernah merasa sedang berada di sebuah ruang yang terang dan cukup nyaman padahal sebenarnya kamu terkucil dari dunia yang penuh rona warna paduan antara kegelapan dan kemuraman dan keterangan? Pernahkan kamu merasa bahwa setiap detik kebahagiaanmu itu menyembunyikan detik2 duka yang sebenarnya lebih panjang terasa? Pernahkan kamu merasa bahwa ketika pintu itu menutup ratap menyekatmu sebenarnya kamu terlindung dari bahaya yang senantiasa menantimu? Selalu ada dua sisi dari tiap detik kehidupan. Mungkin yang kita anggap kegembiraan itu adalah tabir berbagai macam kesedihan yang hakiki.

Posted in macem-macem No Comments

Unflinchingly Cool: Commodification and Subversion in Pulp Fiction

Alhamdulillah, setelah nyungsep sekian waktu buat nonton film Pulp Fiction (beberapa belas kali lah :D ), dan baca sejumlah sumber tentang Pulp Fiction/Quentin Tarantino, sinema Hollywood, film noir, political correctness dan tentu saja pendekatan kritik sastra Marxist ala Fredric Jameson, saya pun dengan bangga menyajikan kepada sidang pemimpi sekalian tulisan terbaru saya yang berjudul “Unflinchingly Cool: Commodification and Subversion in Pulp Fiction.” Tentu masih super banyak kelemahan dalam argumen dan terutama pendekatan dalam menulis paper ini. Tapi ya… saya bagi saja lah di sini, biar saudara sekalian juga bisa menikmatinya dan memberikan komentar atau koreksi … matur nuwun. Oh ya, ini abstraknya, dan untuk paper lengkapnya, silakan klik link di bawah abstrak itu.

Paper ini mengeksplorasi politik bawah sadar yang beroperasi dalam film Pulp Fiction yang ditulis/disutradarai oleh Quentin Tarantino. Pendekatan yang dipakai adalah penafsiran tiga horizon yang bisa dibilang langsung dipinjam dari Fredric Jameson, yang berpandangan bahwa karya sastra senantiasa memiliki keterkaitan dengan politik, meskipun tidak disadari oleh penciptanya sendiri. Ketiga horizon itu antara lain adalah horizon politik, horizon sosial dan horizon sejarah. Dalam horizon politik, Pulp Fiction menunjukkan satu pola yang terus-menerus muncul, yaitu selaan atau simpangan. Paper ini akan mengeksplorasi bagaimana simpangan tersebut merupakan simbolisasi dari penyimpangan yang dilakukan Tarantino atas norma-norma Hollywood. Sedangkan untuk horizon sosial, Pulp Fiction adalah film yang melakukan problematisasi atas gagasan “political correctness;” problematisasi ini membuat film ini dikecam karena disangka rasis dengan penggunaan kata-kata seperti “nigger” yang dianggap tidak pantas diucapkan selain oleh orang kulit hitam sendiri. Pulp Fiction menggunakan kata-kata yang problematis ini, tapi dalam cerita, sama sekali tidak ditunjukkan adanya perlakuan yang rasis. Pada horizon ketiga, paper ini membahas bagaimana gaya yang dipakai oleh Tarantino dalam Pulp Fiction ini sebenarnya adalah pinjaman dari berbagai genre dalam sejarah sinema Hollywood yang masing-masing memiliki ideologi tersendiri. Akhirnya, paper ini menyimpulkan bahwa Pulp Fiction adalah upaya membuat film “cool” dan secara konsisten mencoba menghindari komodifikasi. Pulp Ficton tidak terjebak pada fenomena lazim pembuatan film “hanya” untuk mengejar keuntungan, tapi juga melakukan pembaruan estetika.

Ini dia linknya. Silakan baca atau download. Mumpung masih gratis :D

Posted in fenomena, sastra, serbasuka 2 Comments