Sastra Sufi …. Sang Raja Jin, Diintip Dikit-dikit Yuks!

Wah, sudah tanggal tujuh dan ini baru impian pertama di bulan ini. Hmm… sepertinya saya harus waspada dengan yang namanya blogger’s block (hehehe…). Tapi jangan kuatir saudara-saudara, Si Pemimpi tidak menganggur kok. Dia repot blogging sana sini demi menjaga dinamika hatinya. Halah! Okey, let’s get to business!

Beberapa hari terakhir saya menikmati Master of the Jinn karya Irving Karchmar (agak sulit ya nama penulisnya, memang, tapi saya yakin, seminggu saja Anda bawa bukunya pasti langsung hapal ejaan namanya di luar kepala, ini tidak bohong, saya sudah membuktikannya–halah, kok jadi kayak SMS berantai).

Novel Master of the Jinn ini (edisi Indonesianya Sang Raja Jin, terbitan Kayla Pustaka) menjadi unik di mata saya karena ada labeling “A Sufi Novel” di belakang judul itu. Yah, istilah sastra sufi sepertinya sudah tidak asing dalam sastra Indonesia–tapi juga sudah tidak menggaung. Dulu sekali (waktu si Pemimpi belum kenal sastra, :D ), pernah ramai diskusi sastra sufi yang digulirkan oleh sang penulis Kembali Ke Akar Kembali ke Sumber dan sampai melibatkan Emha Ainun Nadjib. Terus surut. Lalu beberapa tahun yang lalu mulai agak ramai lagi, waktu karya-karya terjemahan karya El Jalaludin Rumi (bukan yang anaknya Ahmad Dhani, tapi yang asli!) dan kisah-kisah tentang Rabiah Al-adawiyah banyak tersebar di pasaran (baik terjemahan Indonesia versi H.B. Jassin, Hartono Andangjaya, maupun yang lain-lain). Sekarang di saat tidak musim lagi label sufi dalam perbincangan sastra kita (sori, sementara ini bau-bau dan referensi sufi yang ada dalam lirik lagu-lagu ringan Ahmad Dhani kita abaikan karena … yah … penikmat musik jarang sekali membicarakannya sebagai lirik-lirik sufi, dus saya menganggap karya Ahmad Dhani ini tidak sampai ke tataran fenomena, weleh-weleh-weleh, sehingga tidak perlu kita ikutkan dalam diskusi ini, okey?), kehadiran sebuah novel sufi mungkin akan bisa mengajak kita berdiskusi secara obyektif.

Sepertinya cukup saja prawacana tentang Sang Raja Jin karya Irving Karchmar. Sepertinya ini bakal jadi mimpi yang akan panjang, karena…yah…seperti biasanya…saya latah dan ingin tahu lebih jauh tentang sastra sufi ini. Kita akan coba lakukan riset google dan riset buku-buku yang ada di perpustakaan Si Pemimpi. Sementara yang sudah ada di tangan saya adalah satu esai agak pendek dari Emha Ainun Nadjib dalam buku Terus Mencoba Budaya Tanding yang berjudul “Tak ada Sastra Sufi di Indonesia”, ada esai-esai tentang sastra sufi di buku Sumber Terpilih Sejarah sastra Indonesia, esai-esai dari diskusi peluncuran Sang Raja Jin di mabes Kayla Pustaka yang ditulis oleh penyair Nuruddin Asyhadie, Anton Kurnia, dan Meytia Rose, dan … ya … sementara begitu saja deh. nanti pasti akan ada lagi kok yang lain. Oke.

It’s nice to blog again, eh, salah, it’s nice to mimpi again.

Add a Comment Trackback

Add a Comment