January
Ice Storm (Lagi?)
Posted by wawan at 6:02 AM. Placed in diari category
Tahun lalu terjadi Ice Storm yang sangat parah di kawasan Oklahoma, Arkansas, Missouri dan Kentucky. Tahun ini, sudah sejak beberapa hari yang lalu ada peringatan siaga Ice Storm lagi. Kata seorang petugas perpustakaan yang kemarin sempat ngobrol sama saya, kalau tahun lalu levelnya 7 (dari skala 0-10), kali ini levelnya bakal 6.
Saya hanya berharap semoga tidak sampai parah lagi. Kalau memang memungkinkan, saya akan tulis di sini bagaimana bentuk Ice Storm itu secara bertahap.
4.25 PM (saat ini)
Hujan sudah turun sejak satu jam yang lalu. Lebih tepatnya bukan hujan, tapi gerimis. Suhu udara sudah drop sejak tadi malam. Waktu saya pulang kampus sore-sore suhu masih sekitar 9-10 derajat celcius. Tapi waktu saya berangkat lagi dan malamnya pulang lagi sekitar jam 1, suhu sudah mulai turun sampai nyaris 0. Terus drop sampai negatif, dan tadi pagi naik sedikit sampai 2 derajat. Tapi angin sangat kencang, jadi rasanya ya… seperti negatif sekian begitulah.
Sekarang, dengan angin yang kencang, langit yang muram, hujan yang gerimis dan suhu sudah terasa -5 derajat celcius, saya kok merasa Ice Storm ini akan datang (meskipun hati berharap agar jangan sampai serius).
Barusan, 5 menit yang lalu, saya ambil cucian di ruang laundry. Sebelum masuk ruangan, saya lihat daun-daun evergreen yang sebagian terkena hujan itu terlihat unik. Ada bulir-bulir air di bagian yang terpayungi teras. Saya mulai curiga. Dan waktu saya sentuh, ternyata bulir-bulir itu es. Kalau suhu terus drop dan gerimis tak kunjung berhenti, saya kuatir kejadian tahun lalu akan terulang kembali. Sudahlah… mari berdoa saja sambil blogging.
(Blog ini akan terus diupdate setiap satu jam selama listrik masih nyala
).
5.52 PM (update)
Gerimis terus turun dan langit semakin murung, mulai memakai selimut abu-abu kebiruan yang sebentar lagi jadi hitam (sempat-sempatnya berpuisi). Saya barusan datang dari tempat parkir karena teringat sesuatu. Selama berjalan ke arah The Red Dragon saya lewati beberapa mobil tetangga. Di antara kilau air di kap mobil itu, saya melihat bintil-bintil bening. Karena usil, ya saya raba lah. Ternyata memang es dan kilau air itu ternyata bukan cuma air, sebagian sudah menjadi es dan waktu saya gores halus (pakai sarung tangan kok, bukan pakai paku
) esnya berserah. Saya curiga bintil-bintil itu akibat sleet.
Saya langsung lanjut ke The Red Dragon separuh berlari. Saya ambil kamus elektronik dari glove compartment, dan tak lupa pintu belakang saya lepas kuncinya. Biasanya, kalau semua sudah jadi es, lubang kunci sudah gak bisa dimasuki. Jadi ya untuk emergency pintu belakang tidak saya kunci.
Waktu berjalan lagi ke rumah saya mendengar kletak-kletik di jaket. Ternyata di lengan jaket sudah terlihat bulir-bulir sebesar beras dipotong jadi dua. Bulir-bulir es. Saya toleh kanan-kiri, ternyata di bemper belakang mobil-mobil tetangga saya sudah terlihat semacam stalagmit-stalagmit es.
Suasana tetap gerimis. Dan saya ingat kembali betapa gerimis bisa sampai bikin listrik padam hampir seminggu, tahun lalu…
(Ah, dalam suasana gerimis murung seperti ini, saya mendengar kabar sedih J.D. Salinger meninggal dunia. Semoga karya-karyanya tak berhenti menggugah pembaca. Amiin.)
7.55 PM (Update lagi)
Kalau tadi banyak gerimisnya daripada esnya, sekarang suasananya berubah. Dari dapur terdengar gerimis merata tapi terasa renyah. Dan waktu keluar, ternyata saudara-saudara, di sela-sela rerumputan mulai terlihat kristal-kristal memantulkan lampu teras. Di ubin yang rata terlihat lapisan bening agak kasar tapi tebalnya merata. Di kap mobil terlihat bulir-bulir kristal yang mulai mengunggun. Gerimis sudah menjadi sleet dengan masing-masing buliran kristal seukuran setengah beras. Karena suhu sudah semakin jauh di bawah nol derajat celcius, bulir-bulir es itu tetap bertahan di tanah.
Saya menadahkan tangan dan butir-butir kristal itu jatuh ke tangan, dan saya cicipi. Segar.
Di tiang listrik yang ada di sebelah rumah, terlihat kabel-kabel yang bersilangan itu mulai dibungkus es dan tetesan-tetesan air yang turun dari situ sudah membeku membentuk stalagtit-stalagtit mungil. Persis seperti yang terlihat pada tahun lalu.
12.25 AM
Baru saja sempat keluar rumah. Terlihat hujan sedang turun, tapi rintik-rintik keciiiiil sekali. Di tanah ada genangan-genangan air bening bercampur es. Di ubin terlihat es yang sudah mulai mengeras, tapi kasar, jadi ya tidak licin. Sementara itu saya lihat ranting-ranting pohon, terlihat hanya ada lapisan tipis es. “Untunglah,” batin saya, “Tidak seperti kejadian tahun lalu.” Sementara itu, di daun-daunan evergreen terlihat semuanya tertutup es. Indah sekali tampaknya. Semoga sampai besok hanya ada indahnya tanpa ada bencananya.
Salaam
12.43 PM
Alhamdulillah, Ice Storm insya allah sudah lewat (sepertinya sih) Sekarang sedang turun salju deras sekali. Jalanan tertutup salju. Rumput-rumput berselimut kapas dingin. Pohon-pohon terlihat sedikit-sedikit memikul salju. Untung saja salju dan kemarin es kecil-kecil. Yang berbahaya memang gerimis. Kalau gerimis turun terus menerus dan suhunya sampai -5 atau -10, yang terbentuk adalah Ice Storm. Air yang ke pohon akan segera jadi es sebelum sempat turun ke tanah. Ranting-ranting pohon akan terselimuti es. Dan pada titik beban tertentu, ranting-ranting itu akan berjatuhan dan kalau yang jatuh adalah ranting segelondong dengan es yang cukup berat dan menimpa kabel, bisa-bisa tiang listrik juga ikut bengkok atau bahkan tumbang. Untunglah, kemarin “cuman” es kecil-kecil yang sebagian besar langsung jatuh ke tanah. Dan sekarang salju yang juga sebagian besar jatuh ke tanah. Kalau pun ada yang nyangkut di ranting, paling-paling cuman akan bertengger di bagian atas ranting (padahal, kalau gerimis, sekujur tubuh ranting atas bawah bisa terselimuti es).
Jadi insya allah Ice Storm sudah berlalu, dan yang tertinggal adalah Snow Storm. Secara lalu lintas buruk memang. Tapi… secara hiburan sangat bagus, sebab kita masih jalan2 ke bukit dan kemudian berseluncur!!!!!!!!! Yeah!!!
Terakhir: Alhamdulillah…
6:23 PM
Hujan salju baru berhenti. Para tetangga keluar rumah semua berpoto-poto di halaman parkir. Maklum lah, di tempat seperti kami ini salju sangat jarang. Jadi, setiap kali salju turun, pasti orang-orang sibuk main-main. Yang mahasiswa internasional dari negara-negara tak bersalju langsung poto-poto, mahasiswa asli Arkansas atau amerika pada umumnya langsung cari bukit yang cukup curam buat berseluncur. Dan saya, yang termasuk orang iseng
, tadi sore jalan-jalan keliling blok dan ke kampus naik sepeda
. Bayangkan repotnya, naik mobil yang rodanya 4 dan gak mungkin roboh saja selap-selip. Apalagi yang naik sepeda.
Tunggu saja lah laporan khusus catatan perjalanan 1 jamnya
.
Menurut ramalan cuaca, salju akan turun lagi dan turun terus sampai besok pagi. Artinya, ramalan 6-10 inchi salju mungkin memang benar. Sementara itu. Silakan menikmati kehangatan di ibu pertiwi tercinta. Saya juga sudah kangen kehangatan…