February
Lelaki Mulai Mengerti, Apa Perempuan Semakin Sukses Berkarir?
Posted by wawan at 8:20 PM. Placed in fenomena, macem-macem category
Pagi tadi saya mengantarkan anak saya ke sekolah TK seperti hari-hari biasanya. Tapi, hari ini istimewa. Saya tidak hanya mengantarkan dan kemudian pulang. Saya mengantarkan dan ikut masuk ke dalam sekolah bersama anak saya. Tapi saya bukan satu-satunya orang tua murid.
Kenapa?
Karena hari ini tadi ada lomba Menggambar dan Mewarnai Bersama Ayah Bunda. Intinya, di dalam lomba ini, para murid TK tidak hanya lomba sendiri, tapi ditemani orang tuanya. Kemarin malam, saya memutuskan bahwa saya akan mengantarkan anak saya ke TK dan ikut berlomba. Saya bersikap semacam heroik: saya akan menjadi satu-satunya ayah yang ikut menemani anaknya, saya akan menjadi ayah yang “feminis” yang mau mengurusi anaknya yang mengakui bahwa mengurus anak bukan hanya tugas ibunya.
Ternyata, meskipun bersikap sok feminis, saya ternyata kurang memperhatikan lapangan dan pikiran saya terjebak ke wacana dua puluhan tahun yang lalu. Bayangan saya, mengantarkan anak ke sekolah dan menunggu anak itu melulu urusan ibu, seperti halnya ketika masih SD saya melihat di depan TK Tunas Harapan di PG Kremboong banyak sekali ibu-ibu yang ngobrol sambil menunggu anaknya sekolah. Bayangan saya ada di sana…
Padahal, ketika datang tadi pagi, saya melihat ada beberapa bapak muda di antara kerumunan yang berdesak-desakan memasuki TK. Awalnya saya pikir, “ah, ini kan bapak-bapak yang datang bersama istri-istrinya, dan paling-paling bapak-bapak ini hanya akan memotret-motret sementara si ibu sibuk membantu anaknya menggambar.”
Tapi, ketika kami tiba di TKP, dan saya mendekati salah satu guru untuk meminjam meja gambar, saya melihat bahwa ada beberapa bapak yang datang tanpa ditemani istri-istrinya. Wah, ternyata memang sudah tidak terlalu ganjil lagi bapak yang mendukung perkembangan akademik
anak-anaknya yang masih TK.
Dari situ, timbullah basuki, maksud saya timbul satu pertanyaan: Apakah ini karena lelaki mulai mengeri, ataukah ini indikasi bahwa para perempuan semakin sukses berkarir? Pertanyaan ini sederhana, dan mungkin salah kaprah, tapi yang pasti pertanyaan ini muncul dari seorang praktisi. Alah….