Apa Itu Negeri Orang?
By wawan on Aug 3, 2008 | In Hari-hari | 2 feedbacks »
Berkat segala rizki yang didapatkannya, akhirnya Si Pemimpi terlontar juga dari negeri tercintanya di mana anak istri dan keluarganya tinggal. Dengan segala kesingkatan yang karena belum terlalu penting untuk diceritakan secara mendetil, sampailah si Pemimpi di Singapura. Tidak ada pendaratan heroik semacam seorang Malin Kundang yang datang ke negerinya sendiri, turun dari kapal, langsung menyentuh bumi, meraup tanah. Di Singapura, si Pemimpi keluar dari pesawat lewat garbarata dan langsung disambut karpet. Singapura tak mengijinkannya barang sedetik untuk menyentuh tanahnya,
.
Dan, dihadapkan dengan seorang petugas bandara perempuan yang menanyakan paspornya dengan ... ya ... singlish yang sudah melegenda itu. Pertama kalinya si Pemimpi mendengar Singlish dengan telinga telanjang. Well, belum seseram yang dia bayangkan,
.
Dan, tentu saja, seperti yang wajib diceritakan dalam semua kisah tentang bandara Changi, dia berjalan menyusuri terminal tiga mencari jadwal keberangkatannya selanjutnya. Dia bertemu free internet access. Dan segeralah dia cek imel.
2 comments
Leave a comment
| « Drive-in is Misbar | Hari Terakhir Seorang Blogger di Ruang Komputernya » |