Bean Bag Chair alias Onggokan Mencurigakan
By wawan on Feb 11, 2010 | In Hari-hari | 5 feedbacks »
Saya lupa pastinya kapan mereka mulai ada. Mereka maksud saya adalah onggokan-onggokan mencurigakan yang ada di perpustakaan kami. Seingat saya, akhir semester kemarin, waktu musim ujian, onggokan-onggokan itu lagi populer abis.
Tidak ada lagi istilah yang lebih baik selain onggokan-onggokan mencurigakan. Pertama kali saya lihat onggokan itu ada di dekat lift di lantai satu perpustakaan, dekat tempat sampah kertas-kertas bekas. Saya sempat berpikir itu mungkin karung berisi kain-kain bekas atau kertas-kertas bekas, atau apa lah, yang kesannya bekas dan ... maaf ... kumal.
Tapi keesokan harinya atau kapan begitu saya mulai lihat kalau ada mahasiswa yang berkumpul, atau diskusi, atau ngerjakan tugas bareng di lantai satu perpustakaan, pasti satu atau dua di antaranya duduk santai di atas onggokan-onggokan itu di lantai. Hmmm... Asyik juga, pikir saya waktu itu. Jadi onggokan mencurigakan itu semacam kursi toh...
Hari berganti, angin tetap berhembus, cuaca berubah, daun-daun tetap rontok, kata hatiku pun tak pernah berubah, anggapan bahwa karung itu adalah onggokan membuat saya enggan memakainya.
Hingga sekitar tiga hari yang lalu, waktu saya harus menulis sebuah laporan buat diskusi di kelas. Sepertinya saya sudah pernah eksplorasi tempat-tempat belajar dalam radius 100 meter dari air mancur di depan gedung mahasiswa. Dan waktu saya pinjam laptop di perpustakaan, langsung kepikir: SEKARANG WAKTUNYA MENCOBA ONGGOKAN2 ITU.
Akhirnya saya turun ke lantai satu, cari onggokan yang ada di tempat paling sepi. Begitu ketemu, saya langsung letakkan tas dan laptop di lantai, dan kemudian merasakan onggokan-onggokan itu.
Oh, ambles, ambles, ambles...
Sampai akhirnya ketemulah titik jenuh keamblesan, sebuah titik yang paling pas dengan lekuk tubuh, sebuah titik yang sangat dekat dengan lantai. Tapi nyaman. Punggung terasa ada yang nyangga, di belakang lutut juga ada yang nyangga, paha kanan kiri seperti pas sekali dengan lekuk kursi.
Saya raba, ternyata di dalamnya ada semacam biji-biji kacang ijo, yang mungkin bahannya dari styrofoam.
Akhirnya, saya ambil laptop, dan... sebelum mulai ngetik laporan, saya luapkan rasa penasaran dengan mencari apa nama onggokan itu.
Akhirnya, setelah melewati berbagai kata kunci pencarian dan penggunaan google images, saya pun menemukan apa nama onggokan-onggokan itu, yakni Bean Bag Chair atau, terjemahan liar saya, Kursi Karung Kacangijo (KKK, ngeriiiii...).
Begini urutan kata pencarian yang saya pakai di google:
1. Mesh chair (tidak ada petunjuk berarti)
2. Mesh seat (tidak ada petunjuk berarti)
3. Lump chair (tidak ada petunjuk berarti)
4. Easy lump chair (tidak ada petunjuk berarti)
5. Easy mesh chair (tidak ada petunjuk berarti)
6. Mesh chair (kelupaan kalau sudah cari pakai kata kunci ini
)
7. Library lump chair (tidak ada petunjuk berarti)
8. Air bag chair (kelihatan ini) dan ada tulisan purchased a bean bag (yang kemudian saya klik)
9. Bean bag chair (ternyata inilah nama sebenarnya)
Nah, puas sekali rasanya kalau sudah ketemu nama yg diiginkan!
5 comments
yanti
mbak nanik, sayangnya saya nggak tahu di mana beli kursi karung kacang di indonesia. saya malah sebelumnya gak tahu kalau di indonesia ada yang begituan... setidaknya sampai 2 tahun yang lalu saya nggak pernah nemu... :D atau mungkin karena saya dulu tinggal di desa ya? hahaha...
selamat berburu!
Leave a comment
| « Corat-Coret (Lucu) di Toilet (lagi) | Kenal "White Noise", Nggak? » |
