Hiburan Jamaah Subuh: Analisis Cara Duduk :P
By wawan on Sep 6, 2009 | In Hari-hari | 1 feedback »
Ayo deh kita ingat-ingat lagi ramadhan dari masa ke masa. Kali ini adalah kejadian dari masa SD. Waktu itu, sudah menjadi kebiasaan kami, anak-anak desa Krembung untuk pergi ke musholla setelah sahur. Yang saya ingat, pergi ke musholla untuk sholat subuh seolah menjadi satu kewajiban bagi saya. Tidak ada sih yang memaksa. Tapi, ada perasaan gak enak kalau tidak pergi ke musholla, seperti ada yang kurang, seolah puasa kita tidak lengkap. Tapi di bulan lain saya sama sekali tidak ke musholla. Oke, setelah ini saya tidak akan pakai kata musholla, tapi "Langgar", karena begitulah saya menyebut musholla di tempat kami. Dan kali ini saya akan ceritakan sebuah hal menarik yang terjadi di antara sholat-sholat subuh itu, yaitu CARA DUDUK ORANG.
Entah karena kurang hiburan atau apa, kami sangat suka memperhatikan cara duduk orang. Kami mengagumi cara duduk orang yang bagus untuk tahiyat akhir. Tapi, begitu menemukan cara duduk yang lucu, kami tak kuasa menahan tawa. Kebetulan, cara duduk yang lucu itu adalah cara duduk Pak S, seorang tetangga saya yang anaknya adalah teman main kami--di masa saya itu, banyak sekali anak-anak seumuran saya. Pak S ini duduknya aneh, agak canggung, seperti selalu berada dalam keadaan antara duduk dan berlutut, seolah-olah dia terus berjuang agar tidak terjengkang ke depan. Kenapa begitu? Tentu saja: karena beliau agak gemuk dan, mungkin, kakinya besar. Akhirnya kalau Pak S ini sholatnya ada di soft depan saya dan teman-teman, pasti kami akan kerepotan menahan tawa. Dan setelah sholat selesai, saya dan seorang teman langsung lari keluar agar bisa tertawa dengan puas, DAN MENGANALISIS CARA DUDUK Pak S tadi.
Dasar anak-anak kurang hiburan.
1 comment
Leave a comment
| « Odyssey, Eragon, dan si Penunggang Naga Merah | Iklan » |
