kabut, tak pernah ada pekat
By wawan on Feb 4, 2010 | In Hari-hari | Send feedback »
Kabut itu warna-warni. Itu menurutku. Hanya malam itu. Hanya di tempat itu. Cobalah lihat. Tentu pertama-tama terlihat keputihan. Rumah keputihan. Jalan keputihan. Malam keputihan. Tapi, waktu kau masuki segala yang keputihan itu, kau akan dapati sesuatu yang lain. Tiang keputihan. Selokan keputihan. Mobil keputihan. Masuki terus, kau akan temui. Kuning lampu keputihan. Papan nama keputihan. Bahkan, langit hitam keputihan. Masuki terus. Kau tidak akan tersesat. Katamu kabut pekat, tapi kubuktikan aku tak pernah terpekati. Aku masuki kabut, kabut membuka diri. Saat aku tak masuki kabut, kabut begitu menutupi. Dan aku tak sadar, aku tak pernah di luar kabut. Aku selalu di dalam kabut. Dan di dalam kabut, tak pernah ada pekat.
No feedback yet
Leave a comment
| « Kenal "White Noise", Nggak? | Ice Storm (Lagi?) » |
