Comment from: risna [Visitor] · http://pinkparis.wordpress.com/
Nice story :-) waiting for the other ....
19/08/08 @ 01:59
Comment from: SKN [Visitor]
Kesimpulan: Program pencelupan budaya di Amrik lebih asyik. Di Oz 2002, gak ada gitu-gituan. Dua minggu pertama penuh dengan EAP yang membosankan (ttg Academic Writing dsb...lha sudah diajarkan sblm brangkat, masih diulang juga), nan wajib meski sudah pernah studi di sana dan punya IELTS 9 koma. Dan setiap sesi EAP berakhir jam 4, aku berjalan cepat-cepat meninggalkan kampus untuk nonton Piala Dunia Korea Jepang bersama bapak kosku yang orang Bandung. Hehehehe.
20/08/08 @ 21:37
Comment from: bee [Visitor] · http://beeography.wordpress.com
Kedengarannya, oh should I say keliatannya, soalnya ini tulisan, asik. :D Someday aku harus nyoba ke Amrik juga ah. Bukan ke kota2-nya, tapi ke pedesaannya. Yah, dasar wong ndeso, di-mana2 ya tetep ndeso toh? Ndeso rocks, yeah! :D

Gutlak ya mas. Mudah2-an selalu sehat dan selamat selama berada di negeri Om Sam. :)

21/08/08 @ 01:37
Comment from: bee [Visitor] · http://beeography.wordpress.com
Kok di-moderate sih mas? Kayak blog politikus aja. :D

21/08/08 @ 01:37
Comment from: wawan [Member] Email
waaa.... ampuuun mas, hamba tidak memoderasi secara sengaja... sistemnya b2evolution yang gitu, kalau bukan member atau admin langsung dimoderasi :D... ini yang harus dipecahkan hehehe....

btw, nek pingin nang ndesone amrik, hmmm... Fayetteville pancen the right place :D.
21/08/08 @ 01:50

Leave a comment


Your email address will not be revealed on this site.

Your URL will be displayed.
(Line breaks become <br />)
(Name, email & website)
(Allow users to contact you through a message form (your email will not be revealed.)
« By a Round-Shaped Window Pane...Drive-in is Misbar »