Good Morning Vs. Black Morning = Selamat Pagi Vs. ??? Pagi
By wawan on Jul 28, 2010 | In Eng-Ind | Send feedback »
Dalam versi Inggris novel Children of Gebelawy karya Naguib Mahfouz, di halaman 178 saya temukan dialog ini:
"Good morning, Mr. Batikha."
The man gave him a look of hatred and shouted:
"A black morning to you, son of an old baggage. Back to your house, and don't leave it or I'll smash your head in."
Tentu jawaban "a black morning to you" itu jawaban kasar atas sapaan hangat dari tokoh pertama, namanya Rifaa. Bagaimana terjemahan Indonesia dari kebalikannya selamat pagi ini? Ya, iseng-iseng saja begini:
"Selamat pagi, Tuan."
Yang melotot geram dan berteriak:
"Celaka pagi untukmu..."
Kira-kira gimana? Masuk akalkah?
Akhir-akhir ini, saya kepikiran satu hal: sepertinya menerjemah itu kadang-kadang mengharuskan kita menemukan ungkapan yang belum ada dalam bahasa kita, dan kadang-kadang permainan logika linguistik--sintaksis, sematika, morfologi, atau bahkan fonologi--yang harus dijadikan alat untuk mengukir ungkapan baru itu. Saya jadi ingat terjemahan Jabberwocky versi Pak Effendi.
Hmmm...
Salaam
Mau "Mengadu Domba"?
By wawan on Jun 29, 2010 | In Ind-Eng, Eng-Ind | Send feedback »
"Oke, mari kita rayakan perhatian yang gampang teralih!"
Dalam sebuah artikel di Guardian.co.uk, saya kesandung kalimat yang bunyinya begini:
Like the "surge" strategy in Iraq which reduced suicide bombings by driving a wedge between indigenous Sunnis and foreign jihadists, the US and its European allies will try to separate the Taliban from al-Qaida fighters who infiltrate Afghanistan from across the border in Pakistan.
Meskipun isi kalimat ini sangat miris, saya tetap tak bisa menahan sorak hati ketika menemukan idiom "driving a wedge between" itu--saya mohon maaf setulusnya kepada Saudara-saudari saya kaum Muslimin wal-muslimah di Iraq atas lonjatan sorak ini.
Ini dia padanan dari peribahasa yang pernah saya cari-cari: "mengadu domba," sebuah istilah yang hanya kita ketahui bahasa Romawinya sebagai peninggalan jaman Belanda, yaitu "divide et impera." Ya, inilah dia saudara-saudara, saya persembahkan kepada Anda sekalian padanan "MENGADU DOMBA", yakni "DRIVING A WEDGE BETWEEN"!!!!!
Resensi atas Terjemahan The Raids and The Cossacks
By wawan on Jun 16, 2010 | In On Nerjemah | Send feedback »
Barusan saya dengan narsisnya memantau di dunia maya bagaimana resepsi massa atas buku yang saya terjemahkan:
Di sini ada resensi atas buku itu. Syukurlah peresensinya puas dengan hasil penerjemahan dan editing. Alhamdulillah
...
"Act of Faith" terjemahannya apa ya?
By wawan on May 29, 2010 | In Eng-Ind | Send feedback »
Di sebuah milis penerjemah, ada yang bertanya arti frase "act of faith" dalam kalimat "written history is an act of faith."
Setelah searching2 tentang penggunaan frase itu dalam bahasa Inggris, saya menawarkan agar "act of faith" diterjemahkan jadi "wujud keimanan" atau "manifestasi iman"... Kira-kira yang mana yang lebih enak ya? Pilihan yang kedua kesannya kayak bahasa Berita Nasional
... atau Seputar Indonesia...
Apa Bahasa Inggrisnya "Biar Cuma Sepeser Tetap Saja Duit"?
By wawan on May 5, 2010 | In Ind-Eng | 2 feedbacks »
Tadi waktu mengeluarkan dompet buat bayar roti kempit (terjemahan saru dari "sandwich", hehehe), seseorang semacam berseru:
"Sir!"
Saya cuek saja. Saya teruskan mengeluarkan kartu dari dompet dan membayar makanan saya tadi.
"Sir!"
Kali ini saya agak curiga "sir" itu ditujukan ke saya. Saya toleh ke kanan. Seorang bapak berbadan dempal menunjuk ke bawah:
"Uang sampean jatuh."
"Oh makasih, Pak," kata saya sambil mengambil uang sedolar yang jatuh tadi. "Untung Njenengan lihat. Makasih, Pak, Njenengan sudah nyelamatkan hidup saya. Hehehe..."
"Hahaha... biar cuman sepeser tetap saja duit, Mas!"
Pertanyaan saya buat Anda sekalian. Apa hayo terjemahan "biar cuman sepeser tetap saja duit" yang idiomatik dalam bahasa Inggris?
Jawabannya:
.....
.....
Yaitu: ¡ɹɐllop ɐ s,ɹɐllop ɐ
