Category: Ind-Eng
Apa Terjemahannya "Menjarah" Hayo?
By wawan on Dec 8, 2009 | In Ind-Eng | 2 feedbacks »
Dari bukunya John Fiske yang berjudul Media Matters, saya mendapatkan bahasa Inggrisnya" menjarah", yaitu "to loot". Jadi, penjarahan=looting. Di situ dikisahkan kerusuhan di L.A. pada tahun 1992, di mana orang2 turun ke jalan dan merusak toko2 dan nge"looting", bukan ngutil lho ya? ![]()
Apa Hayo Inggrisnya Disinyalir?
By wawan on Sep 25, 2009 | In Ind-Eng, Eng-Ind | 3 feedbacks »
Sebelumnya saya harus ceritakan dulu gimana riwayatnya saya ketemu "Disinyalir" ini: kemarin, demi menjalankan ritual sekali seumur hidup, saya ke fitness center. Di dingin malam, di rinai gerimis, di sejuk hembus angin. Setelah peregangan yang segala macam, saya tolah-toleh, eee... kok semua treadmill-nya dipake. Akhirnya milih alat yang kayak di TV media itu, yang kita menginjak sesuatu, terus pijakan kita itu gerak maju mundur agak naik agak turun dan ada bagian yang dipegang dan ikut bergerak-gerak itu lho... (apalah namanya!). Di rak ada majalah The New Yorker, tapi gak mungkin baca krn goncangan. Akhirnya ya... nonton tivi yg pas di depan saya saja. Nah, di situlah ada "disinyalir" berkeliaran dalam bentuk Inggrisnya. (Sebenarnya sih saya sudah kenal "disinyalir" dalam bahasa Inggris sejak kemarin-kemarin, tapi kita umpamakan saja saya baru tahu kemarin itu, biar dramatis, hehehe...)
Diberitakan, di Denver seorang lelaki bernama Najibullah Zazi tertangkap kamera sedang membeli hydrogen peroxyde di sebuah toko kecantikan. Katanya "he was ALLEGEDLY to use it to make a bomb". Nah! Ini dia, ini dia, saya langsung sapa, "Ini 'disinyalir' ya? Apa kabar? Mohon maaf lahir bathin ya?" Selanjutnya, saya jadi ingat di majalah beberapa hari yang lalu juga ketemu "Allegedly" setiap kali ada sebuah kasus yang baru tersingkap sebagian dan belum diputuskan oleh pengadilan. Di hari yang lain saya juga ketemu hal yang sama, tentang seorang walikota yang "allegedly" menggunakan uang hasil pajak untuk urusan pribadi.
Ya, sementara begitulah, saudara-saudara yang hari ini kesasar ke Berbagi Mimpi Terjemahan. Inga'-inga', allegedly=disinyalir, atau... kadang-kadang juga bisa berarti dituduh, disangka (maksud saya dijadikan tersangka gitu deh, bukan ditebak-tebak
). Salaam.
Tantangan (Paling Sepele) Nerjemah Sastra
By wawan on Dec 1, 2008 | In Ind-Eng | Send feedback »
Yah, ternyata belajar nerjemah sastra keluar dari bahasa ibu kita memiliki tantangan berlapis-lapis. Sejauh ini, yang paling banyak memberi saya masalah adalah pemilihan kata-kata yang membumi, yang standar. Ini tantangan yang paling mendasar sepertinya.
Hari ini, masih dalam rangka menerjemahkan cerpennya Seno Gumira Ajidarma, saya harus ketemu dengan frase "mengucek-ucek matanya". Nah, saya sendiri yang bukan asli pemakai bahasa Inggris ini jadi bertanya-tanya, apa ya mengucek mata... langsung saja tebakan-tebakan liar muncul dan saya memilih "scrubbed her eyes". Namun, setelah pembacaan kedua, saya jadi merasa kok nggak enak ya "scrub her eyes" itu, soalnya kesannya "scrub" itu menghaluskan, sementara kita mengucek-ucek kan bukan menghaluskan...
Akhirnya, di kampus, waktu nunggu sesuatu, saya tanya ke seorang operator komputer di lab. Nah, waktu bertanya itu tanpa sadar saya mengeluarkan kata-kata: "what's the perfect expression? is it "rub her eyes"? "scrub" her eyes? or "bla-bla-bla her eyes"?
Ternyata eh ternyata, alternatif pertama yang saya berikan secara tidak sadar itu adalah jawaban paling tepat. Dia bilang "that's the word!" Saya langsung balik ke komputer dan ngecek di google.com ... eeeeh... ternyata memang "that's the word".
Jadi ya, langkah pertama adalah memilih kata yang paling tepat dulu, yang paling lazim dipakai di kehidupan nyata... baru nanti, mungkin, kalau memang dituntut lebih menyastrakan, kita harus menggunakan kata lain ... itu tantangan yang lain lagi...
Masjid saja, jangan Mosque, dan Quran saja, jangan Koran
By wawan on Oct 11, 2008 | In Ind-Eng | 1 feedback »
Setelah beberapa waktu mengobservasi sekeliling. Akhirnya saya jadi ingat apa yang dikatakan Mikael Johani kepada saya ketika saya mencoba nerjemah puisinya Hasan Aspahani yang berjudul "Bibirku Bersujud di Bibirmu" itu. Mikael ketika itu bilang, kira-kira, "kalau nuansanya ingin menyerupai, ya jangan terjemahkan kata-kata 'sujud' dan lain-lain itu, biar nuansanya tetep islami".
Itulah yang saya lihat hari-hari ini. Kalau dulu sejak belajar bahasa Inggris saya selalu dikenalkan bahwa tempat sholatnya umat islam itu bernama "mosque", maka di kenyataan saya melihat ternyata di antara umat muslim sendiri yang lazim dipakai adalah kata "masjid" atau "masjed". Kalau sholat itu biasanya kita coba terjemahkan menjadi "pray" atau "prayers", ternyata tidak sedikit pula yang menyebutnya "shalah", serupa "sholat" kan? Terus, nah... ini yang paling penting, kitab suci yang pada waktu kursus bahasa Inggris dulu seringkali diterjemahkan menjadi "Koran", ternyata di kenyataan kami umat Islam ini tetep menyebutnya "Quran".
Nah, pengetahuan yang semacam ini akan berguna kalau kita berniat menerjemahkan tulisan-tulisan dari bahasa Indonesia yang mestinya menggunakan bahasa sehari-hari ke dalam bahasa Inggris, pertimbangkan saja untuk menggunakan kata-kata ini, karena inilah kata yang digunakan oleh para penggunanya....
