Nerjemah Buat Seminar OLPC
By wawan on Jul 16, 2008 | In Opening, On Nerjemah | Send feedback »
Akhirnya, tiba juga kesempatan buat si Pencatat Habis Nerjemah ini untuk menjadi penerjemah lisan (oral interpretor). Kesempatannya asyik banget, seminar "Quality Education using ICTs and the OLPC project" di salah satu ruangannya Puskom Universitas Brawijaya, Gedung PPA (belakang rektorat, alah... kok lengkap ya... kayak pengumuman saja hehehe)
Meskipun seminar ini terbilang kecil, pesertanya juga nggak terlalu banyak, tak urung (weleh... bosone rek!) hati saya dibikinnya berbunga-bunga.
Awalnya, saya hanya menjadi salah satu anggota saja (meskipun sudah kenal pembicaranya lewat imel sejak beberapa minggu berselang, namanya Yama Ploskonka, seorang kelahiran Bolivia yang tinggal di Austin, Texas, dan ikut menjadi salah satu konsultan & anggota komunitas OLPC). Tapi, karena penerjemahnya (seorang Amrik yang bahasa Indonesia sebenarnya sangat bagus) agak kesulitan menerjemahkan sejumlah hal dan bertanya ke peserta, akhirnya saya deh menyukarelakan diri untuk mencoba bantu-bantu nerjemah.
Akhirnya... jalanlah proses penerjemahan itu.
Everything went very smoothly. Well, karena hamba ini bukan native speaker, tak urung (halah... lagi2 tak urung
) ada beberapa idiom yang saya tidak paham, dan untungnya saat saya tanyakan ke pak Yama, dia bisa menjelaskannya. Jadinya, (menurut saya) tidak banyak kendala penerjemahan yang berarti. (Semoga saja pesertanya juga beranggapan demikian....).
Tapi, lutuna.... pada sesi-sesi akhir, ternyata lumayan banyak peserta yang bisa ngomong Inggris. Hehehe... well, well, well, jadi salah tingkah juga saya.
Anyway, semoga saja deh, penerjemahoralan yang saya lakukan tadi cukup berguna.
Alhasil, setelah acara, pak Yama memberikan "bingkisan" berupa sebuah buku semacam "aplikasi filsafat pemrograman komputer (coding)"! Well, well, well, ... ![]()
Yah, sedikit renungan, menjadi penerjemah oral itu memang tugas yang ... well ... lumayan berat buat newbie kayak saya. Tapi... untungnya tema seminarnya sendiri lumayan menyenangkan buat saya, antara lain pendidikan dengan ICT, hal ihwal free open source software, gerakan One Laptop per Child-nya yayasan OLPC bin Nicholas Negroponte, dll. Kesenangterhadaptemaan ini sungguh benar-benar mbantu. Ya... gitu deh.
No feedback yet
Leave a comment
| « Kekurangtepatpandanankataan dalam Terjemahan (Sebuah Studi Iseng) | Kelanjutan Terjemahan Lagu Kanak-kanak » |