Comment from: wawan [Member] Email
oh ya, ternyata tanpa sadar, saya pernah membaca tulisan yang intinya seperti postingan ini, yakni tulisannya Pak Setyadi, profesor dari Universitas Negeri Malang, di kolom bahasa majalah Tempo, mohon maaf kepada pak Setyadi karena tidak mencantumkan beliau sebagai pemberi pengaruh dalam postingan ini...

bagaimanapun, saya mohon pak Setyadi berkenan dengan postingan ini karena sesungguhnya tulisan Beliau di majalah Tempo itu berarti sudah meresap ke kesadaran saya :D
28/12/09 @ 18:01

Leave a comment


Your email address will not be revealed on this site.

Your URL will be displayed.
(Line breaks become <br />)
(Name, email & website)
(Allow users to contact you through a message form (your email will not be revealed.)
« Tantangan (Paling Sepele) Nerjemah SastraMasjid saja, jangan Mosque, dan Quran saja, jangan Koran »