Comment from: Azeez [Visitor] · http://www.sebelum20.blogspot.com
Saya mungkin korban demam kebencian itu. sudah terlanjur. Postingan di FB saya terus mencaci Mlaysia... tapi saya geram...kali ini nasionalisme saya diuji. Saya begitu cinta Indonesia...... tak mau ada yang melecehkan.

Kenapa mereka begitu sombong? Saya pun pernah berhadapan dengan orang Malaysia yang sombong saat SMA.. disapa dan ditanyai nama malah pura2 tak dengar. Budaya mereka bukan melayu lagi....

begitu banyak simpang siur masalah ini. Namun mereka mempunyai blog2 jahanam memfitnah Indonesia... sejak 2-4 tahun lalu...

Syukurlah kita tak begitu....
28/08/09 @ 12:05
Comment from: tuanmalam [Visitor] · http://tuanmalam.blogspot.com
menarik, mas tukang ngimpi. kalo aja, kata "klaim" itu dikupas-tuntas (kayak ngupas apel batu :-D) lebih mendalam (sedalam palung di samudra pasifik :-D), tentunya akan lebih menarik membahas ketegangan (hus, jangan tegang2 lho... :-D) konflik ini.

lama-lama, aku suka cara sampean nulis: penuh solilokui.
30/08/09 @ 20:31
Comment from: wawan [Member] Email
mas azeez: begitulah mas. saya melihat sampean semacam menganggap sama "malaysia" dan "orang malaysia". menurut saya, kita tidak boleh mencampuradukkan malaysia dengan orang malaysia. malaysia, sebagai sebuah negara, adalah sebuah entitas yang digerakkan berbagai kepentingan--dan insya allah saya bisa bi lang bahwa kepentingan negara itu seringkali bertentangan dengan kepentingan bangsa, atau orang-orang yang memiliki budaya tertentu dengan pandangan-pandangan tertentu. negara seringkali digerakkan oleh kepentingan-kepentingan oknum-oknum yang seperti kita tahu tidak selalu bisa dibilang mewakili orang banyak. nah, kalau yang sampean lihat itu, yang sombong-sombong itu, menurut saya adalah bukan "malaysia", tetapi oknum manusia-manusia. dan saya tidak akan sekali-kali menilai orang dari "negara" atau bahkan "bangsanya". saya lebih memilih menilai orang secara kasus per kasus. insya allah, saya tidak akan sedikit pun mau didikte yang namanya negara dalam hal menilai orang.

mas tuan malam: sementara ngupasnya selapis demi selapis saja mas sidik, kayak ngupas kubis. kalau langsung dikupas nanti kita kaget karena dapat banyak dalam satu waktu sekaligus. bisa-bisa nggak habis nanti. dan kalau nggak habis kan pilihannya cuman 2, dikulkas atau dibuang. saya tidak punya space kulkas yang besar, jadi... daripada dibuang, mending saya kupas selapis demi selapis dan langsung kita makan. :D

menurut saya, perkembangan dunia ini adalah solilokui demi solilokui, tapi dalam solilokui itu saya merasa kita harus cukup ikhlas untuk mengakui bahwa banyak item-item dari solilokui orang yang kita pinjam...

oh....
31/08/09 @ 00:07

Leave a comment


Your email address will not be revealed on this site.

Your URL will be displayed.
(Line breaks become <br />)
(Name, email & website)
(Allow users to contact you through a message form (your email will not be revealed.)
« Status*Kawin Silang Media di Negeri Aa' Sam »