Memahami Dominasi Sastra
By wawan on Jul 27, 2008 | In Fenomena | Send feedback »
Memang, sebagai HANYA seorang BAKAL novelis top Indonesia
, saya tidak seharusnya ikut-ikutan dalam persoalan dominasi wacana sastra TUK, dan pertentangan-pertentangan dari kiri-kanan-depan-belakang (dari atas nggak ada, karena Yang Atas [yang Maha Tahu itu] masih menunggu
). Ya, tapi karena beberapa hari ini saya lumayan banyak baca artikel kanan-kiri-depan-belakang tentang perang itu, dan mungkin dengan harapan untuk tidak terjebak ke salah satunya (well, janganlah kau pikir pulau, teruslah arungi lautan, kawan
), saya mau tak mau harus ikut memahami perang itu.
Salah satu poin yang bikin orang kesal kepada TUK itu kayaknya ini. Beberapa waktu yang lalu (waktu masih ngimpi bisa kuliah di University of Iowa, dan untuk riset demi meningkatkan situs yang pernah ikut saya webmasteri
(nggaya rek!), saya sempat blusukan di situsnya University of Iowa.
Nah, waktu itu (tahun 2007), saya dikejutkan oleh daftar para sastrawan Indonesia yang diundang di acara International Writing Program-nya University of Iowa yang cukup bergengsi itu di sini.
Lihatlah pada daftar nama-nama ini:
1990 TOHARI, Ahmad
1993 KOIRI, Muchamad
2001 LOEKITO, Medijanti
2001 SRENGENGE, Sitok
2002 PRASETYO, Arif
2005 UTAMI, Ayu
2006 AMAL, Nukila
2006 PAMUNTJAK, Laksmi
2007 DEWANTO, Nirwan
Setelah tahun 1993 (dengan nama sastrawan yang maaf tidak saya kenal
, waktu itu sy belum suka nyerpen-muisi-ngresensi sih), pada tahun 2001 sampek 2007 ada siapa coba? Masya allah, ternyata saudara-saudara kita dari TUK. Hehehe... ya, saya sih nggak protes-protes amat. Tapi, dengan itu saya jadi maklum kalo banyak yang nggak seneng TUK.
Bagaimanapun, bagi saya international presence saja belum bisa dijadikan tunggal untuk menggugat TUK. Cobak deh nanti kita baca-baca dari sudut kekaryaan dan keterlibatan-keterlibatan lain. Semoga saja ada waktu dan berguna buat banyak orang (halah!)
No feedback yet
Leave a comment
| « Joyce in Comics | Keabadian Manusia » |
