Comment from: cak obon [Visitor] · http://apsas.multiply.com
Aku comot untuk apsas rek!
19/08/08 @ 22:38
Comment from: HAH [Visitor] · http://hasanaspahani.com
Halah, ayo jangan sungkan, demi penggemarmu di Batam ini....
20/08/08 @ 10:50
Comment from: wawan [Member] Email
hehehe... oye-oye... oye saja deh pokoknya... comotlah sesuka hati :D, cak. btw, ternyata di lingkungan orang londo sini, plagiarisme benar-benar seperti dosa yang amat raksasa. bayangkan cak dan bang, saya baru 2,5 minggu di sini sudah dapat ceramah soal plagiarisme lebih dari 5 kali... hukuman seorang plagiator yang tersingkap (halah) itu ternyata besaaaaar sekali, saya nggak pingin menceritakan di sini deh... hiii...
20/08/08 @ 15:32
Comment from: faiz [Visitor] · http://bigplan.co.cc
wah, enak ya kalo budaya benci plagiarisme memang sudah mancep-cep di hati semua orang londo sono. kapan ya orang-orang di negara kita mau berhenti mplagiat.. ah, akankah aku masih di dunia ini saat masa-masa itu terjadi di negeri yang elok penuh nyiur melambai ini? Hope so...
20/08/08 @ 22:21
Comment from: bee [Visitor] · http://beeography.wordpress.com
Hmmm... kadang aku heran. Ngapain org2 itu pada repot2 nulis novel sampe berbulan atau bahkan bertahun. Wong cukup modal beberapa puluh ribu aja, novel bisa dibeli di toko buku terdekat. :lol:

21/08/08 @ 01:49
Comment from: wawan [Member] Email
wakakakak.... ini bener-bener bener ini.

tapi ngene mas, sak ngertiku, orang-orang itu nulis novel karena dia pingin punya novel tapi dia cari di toko buku nggak ada, ya akhirnya dia bikin sendiri deh. ya... semacam protes nang novel2 yang di toko buku deh, hehehe...
21/08/08 @ 01:53

Leave a comment


Your email address will not be revealed on this site.

Your URL will be displayed.
(Line breaks become <br />)
(Name, email & website)
(Allow users to contact you through a message form (your email will not be revealed.)
« Awal Sastra AmerikaJoyce in Comics »