Pandangan dalam Menulis
By wawan on Jul 25, 2008 | In Sastra | Send feedback »
Seorang penulis bilang konon bilang "pandangan seorang penulis boleh saja berbeda dengan kesehariannya". Kalau benar dia ngomong seperti itu, sepertinya saya kurang sejalan dengan dia. Well, mungkin saya pernah bilang kalo saya ini orangnya konvensionalis
.
Tapi, sejujurnya saya merasa bahwa karya yang mengungkapkan sebuah pandangan berbeda dengan praktek hidup keseharian seorang penulis adalah sebuah karya yang tidak jujur. Kalau karya itu sifatnya bertujuan untuk mengajarkan, ya berarti itu adalah ajaran yang tidak jujur. Boleh saja ajaran dari karya itu baik (ingat, kan, "kebenaran adalah kebenaran meskipun itu keluar dari mulut anjing"?), tapi tetap saja itu karya yang tidak jujur (jika dikait-kaitkan dengan penulisnya). Atau begini, kalau saja karya itu dibiarkan tanpa embel-embel penulisnya, saya akan mengakui ke"baik"an karya-karya semacam itu, tapi kalo karya itu masih dijejerkan dengan nama penulisnya yang tidak baik itu (semisal disebutkan dalam sebuah tulisan "novel bla-bla-bla karya penulis yada yada yada") maka karya itu akan tercemari penulisnya. Atau, bisa juga dibilang karya tentang kebaikan yang ditulis oleh penulis yang tidak baik itu adalah karya baik yang gagal membujuk penulisnya untuk menjadi baik (lah, kalo ini saya agak kesulitan menjelaskannya).
Pada akhirnya, kalo seorang penulis masih ingin diakui sebagai pengkarya tulisannya, maka dia semestinya jujur dalam mencetak karyanya. Dengan kejujuran (atau kecocokan antara apa yang ingin kita tulisan dengan apa yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari), saya yakin sebuah karya akan lebih berarti dan lebih bisa menyentuh hati pembaca, karena sumbernya kan memang asli, karena moral di dalamnya pernah diuji dalam kehidupan si penulis.
Sementara sih begitu. Oke, jangan lewatkan selalu pengucuran mimpi-mimpi di posting-posting yang akan datang. ![]()
No feedback yet
Leave a comment
| « Pembunuhan "Tuhan" | Teringat Bintang Kejora si Penjual Hujan » |
