Comment from: tuan malam [Visitor] · http://tuanmalam.blogspot.com
kubaca rsensi mas arie, kubaca balasan ini di email-ku juga. menarik. terutama dalam hal pengubahan image alien di mata penonton. mereka bukan superhebat, tapi juga lemah.

dan yang kedua soal apa yang ditangkap arie ketika film ini dianggapnya "... menyindir cara kita memperlakukan orang lain."

sudah tiga kali mau nonton film ini sama teman kos, tapi selalu gagal.

so: harus tonton!
15/09/09 @ 02:32
Comment from: wawan [Member] Email
hehehehe... iya mas sidik, di jaman sekarang ini, semuanya dicari sisi manusiawinya. batman manusiawi, x-men manusiawi, alien manusiawi, sampai-sampai robot pun (transformers) dipaksa harus manusiawi :D
salam,
semoga cepat bisa nonton
15/09/09 @ 05:26
Comment from: origami [Visitor] · http://www.cybermogi.net
sudah beli kaset *bajakannya* hahahaha... tapi belum nonton. tapi dapet pengalaman waktu beli kaset bajakannya, ada polisi dan orang bule juga yang masuk, dengan dalih beli buat anaknya, polisi tadi mencari film 'ICE AGE', memang miris mendengarnya, polisi juga manusia, dengan pendapatan yang 'sedemikian' (baca:gaji)-mereka juga ingin menyenangkan diri sendiri dengan cara membahagiakan anaknya. terus kalo orang bule tadi, sempet juga menyapa, dia memang mencari bajakan itu, dan katanya semua harga di Indonesia sangat murah, belakangan saya tahu kalo orang bule tadi bisnis property di Indonesia, nah lo... bisnis besar tapi membeli bajakan? ada yang tidak signifikan di sini.

Tabik.
24/09/09 @ 21:27
Comment from: wawan [Member] Email
wah, miris memang mog. sebenarnya, kasihan juga lho pembuat filmnya, mestinya bisa mendapat hasil penjualan lebih banyak (yang mungkin bisa digunakan untuk hal-hal lain, semacam membuat inovasi-inovasi perfilman lain, mungkin) jadi berkurang. tapi ya bagaimana lagi, kalau menuruti harga luar negeri, kok kayaknya mahal sekali ya buat ukuran indonesia. tapi aku setuju sama sampean mog: kebangetan memang kalau orang property yang bergaji besar malah beli bajakan. btw, film ini, meskipun dibiayai orang hollywood, pembuatan, casting dan banyak macamnya hampir seratus persen menggerakkan tenaga lokal lho, asli afsel.
24/09/09 @ 23:36
Ini film bener bagus? saya belum lihat. Lihat nanti lah kalau sudah muncul di TV. Arie bener kok kita cenderung hanya mau bergaul dg orang yg sama, suku, agama, hobi. Padahal mestinya kita buka hati jgn masuk kotak atau sekat-sekat yg kita bikin sendiri. Ingat bhineka tunggal ika, toh berbeda itu indah.
25/11/09 @ 09:09
Comment from: wawan [Member] Email
Bener Mbak Titi. Terima kasih atas komennya. Perbedaan itu indah. Mungkin Anda tahu: kalau mau, sebenarnya Tuhan boss sekalian alam ini bisa saja bikin manusia sama semua. Tapi tidak. Pasti, dalam setiap keputusan Tuhan ada sesuatu yang harus kita pikirkan. :)
16/02/10 @ 09:46

Leave a comment


Your email address will not be revealed on this site.

Your URL will be displayed.
(Line breaks become <br />)
(Name, email & website)
(Allow users to contact you through a message form (your email will not be revealed.)
« Waktu Marco Polo Mampir di NuswantaraStatus* »