| « Pandangan dalam Menulis | Sejumlah Poin on Nabi Tanpa Wahyu » |
Teringat Bintang Kejora si Penjual Hujan
Tadi waktu ngobrol sama istri dan xeno (sebenarnya saya nggak ngobrol sama Xeno sih,
, Xeno saja yang ngoceh sendirian
) dan membicarakan tentang nama Bintang (dua ponakan saya ingin menamakan bakal adiknya yang masih dikandung ibu mereka Bintang), saya teringat sama Bintang Kejora.
Bintang Kejora adalah nama seorang pemuda bermoge yang keliling njajah deso milang kori untuk menjual sebuah produk yang absurd: Hujan. Bintang Kejora ini "hidup" dalam sebuah film tahun delapan puluhan dengan pemeran El Manik (sebagai Bintang Kejora) dan Rini S. Bono (sebagai wanita petrak, kelanang-lanangan, yang tak pernah berdandan, yang "membeli" produknya Bintang Kejora.
Film ini bisa dibilang unik karena si tokoh utama melakukan hal-hal yang tidak logis (menjual hujan), dan disikapi oleh tokoh-tokoh lain yang memandang ketidaklogisan itu, tapi dikerjakan secara detil dan permainan watak yang bagus. Well, film-film absurd macam ini mengingatkan saya pada film semacam The Cutter, atau Being John Malkovich, atau Eternal Sunshine of the Spotless Mind. Film-film itu absurd, tapi digarap dengan detil permainan watak para pemerannya yang bagus. Jauuuuuh beda sama film-film Indonesia sok nyeni
macam pasir berbisik (yang terlalu tak terjangkau buat kesuperawaman si pemimpi dan sama sekali tidak menyebabkan filmekstase).
Well, well, well, siapa ya sutradaranya? Saya jadi bertanya-tanya where are all those geniuses?
(Edit pertama: ternyata di blogger ada yang membahas film Bintang Kejora dengan lumayan panjang lebar, dan ternyata salah satu bintangnya adalah Ikranegara, yang adalah sesama apsasian
)