a Kontinuous attempt despite typos … since 2007 (halah!)

Posts Tagged ‘pop’

Pentingnya Salah Paham (cicilan…)

Sejak Agustus 2010, ketika dipertemukan lagi dengan anak saya setelah seperempat abad terpisah, sudah tak terhitung lagi berapa kali saya menemaninya nonton Finding Nemo (sebenarnya tak cuma Finding Nemo, tapi untuk tujuan penulisan makablog [makalah postingan blog] ini, saya hanya akan membahas film tentang perjuangan ikan badut guna menyelamatkan anaknya yang ditangkap penyelam itu). Setiap kali saya menontonnya, selalu saja ada hikmah baru yang saya tangkap. Oh ya, kalau saya bilang “tak terhitung lagi” di atas, itu artinya lebih dari sepuluh atau dua puluh. Tidak ada hiperbola di sini…

Nah, pada sesi terakhir nonton kemarin, inilah hikmah baru yang saya tangkap: salah paham adalah salah satu penggerak penting dalam kisah petualangan ikan-ikan itu.

Begini salah satu contohnya: sejak awal, Nemo mengira bapaknya tidak mau dia keluar jauh-jauh dari kota terumbu karang karena dia adalah seekor ikan penakut dan terlalu protektif terhadap anaknya. Di lain pihak, alasan terbesar Marlin, si bapak, melarang Nemo pergi jauh-jauh adalah karena dia tidak mau neraka yang pernah menimpanya beberapa waktu sebelumnya, yaitu ketika istrinya, Coral, dan ratusan telurnya dimakan ikan barakuda dan hanya menyisakan satu anak, si Nemo (itu pun berkebutuhan khusus, karena satu siripnya lebih kecil dari yg lain), terulang kembali. Di sini sudah terlihat, Nemo salah sangka. Dan kesalahpahaman yang dipaksakan itu akhirnya membuahkan petaka, yakni: karena Nemo ngotot ingin pergi keluar pagar terumbu, akhirnya dia pun tertangkap penyelam.

Motif salah paham ini terus-terusan berulang dalam sekujur film. Lihat saja ketika Marlin dan Dory ketemu dengan ikan hiu. Mereka mengira si ikan hiu akan memangsa mereka. Tapi belakangan ketahuan bahwa ikan hiu itu hanya mengajak mereka ke acara klub para ikan hiu yg lagi berusaha meninggalkan makan ikan. Atau, lihatlah ketika Dory menyarankan agar Marlin lewat parit laut, bukan di atasnya, dan si Marlin ngotot sehingga mereka terperangkap ubur-ubur. Satu lagi (tapi bukan yang terakhir) adalah ketika Dory dan Marlin masuk ke perut paus bongkok. Karena kendala bahasa dan dialek, Marlin ngotot mengira bahwa mereka tengah dimakan paus, padahal kemungkinan terbesarnya adalah paus itu mengerti isyarat permintaan tolong Dory dan kemudian membantu membawa mereka berdua ke Sidney.

Terus apa signifikansi riil dari kesalahpahaman ini? Nah, untuk itu, tunggulah update dari makablog ini. Maklum lah, orang sibuk, kunjungan sana-sini, studi banding sana-sini, rapat sana-sini, akhirnya nulis blog pun harus disempat-sempatkan, itu pun tidak tuntas. Jadi ya… tunggu sebentar ya? salaam

Tags: