• sastra
  • nerjemah
  • diari
  • link

Berbagi Mimpi

Tempat Mimpi yang Muluk-muluk Dikonservasi
  • Home
  • Contact
  • Log in
  • Berbagi Mimpi

  • Search




  • Categories

    • All
    • Bahasa
    • Fenomena
    • Pambuka
    • Sastra
    • Sejarah
    • Serbasuka
  • The requested Blog doesn't exist any more!
  • XML Feeds

    • RSS 2.0: Posts, Comments
    • Atom: Posts, Comments
    • _rss: Posts, Comments
    What is RSS?

Teringat Bintang Kejora si Penjual Hujan

By wawan on Jul 23, 2008 | In Serbasuka | 5 feedbacks »

Tadi waktu ngobrol sama istri dan xeno (sebenarnya saya nggak ngobrol sama Xeno sih, :D, Xeno saja yang ngoceh sendirian :D) dan membicarakan tentang nama Bintang (dua ponakan saya ingin menamakan bakal adiknya yang masih dikandung ibu mereka Bintang), saya teringat sama Bintang Kejora.

Bintang Kejora adalah nama seorang pemuda bermoge yang keliling njajah deso milang kori untuk menjual sebuah produk yang absurd: Hujan. Bintang Kejora ini "hidup" dalam sebuah film tahun delapan puluhan dengan pemeran El Manik (sebagai Bintang Kejora) dan Rini S. Bono (sebagai wanita petrak, kelanang-lanangan, yang tak pernah berdandan, yang "membeli" produknya Bintang Kejora.

Film ini bisa dibilang unik karena si tokoh utama melakukan hal-hal yang tidak logis (menjual hujan), dan disikapi oleh tokoh-tokoh lain yang memandang ketidaklogisan itu, tapi dikerjakan secara detil dan permainan watak yang bagus. Well, film-film absurd macam ini mengingatkan saya pada film semacam The Cutter, atau Being John Malkovich, atau Eternal Sunshine of the Spotless Mind. Film-film itu absurd, tapi digarap dengan detil permainan watak para pemerannya yang bagus. Jauuuuuh beda sama film-film Indonesia sok nyeni :D macam pasir berbisik (yang terlalu tak terjangkau buat kesuperawaman si pemimpi dan sama sekali tidak menyebabkan filmekstase).

Well, well, well, siapa ya sutradaranya? Saya jadi bertanya-tanya where are all those geniuses?

(Edit pertama: ternyata di blogger ada yang membahas film Bintang Kejora dengan lumayan panjang lebar, dan ternyata salah satu bintangnya adalah Ikranegara, yang adalah sesama apsasian :D)

Sejumlah Poin on Nabi Tanpa Wahyu

By wawan on Jul 15, 2008 | In Sastra | 2 feedbacks »

Ada sih beberapa poin yang ingin saya tulis tentang Nabi Tanpa Wahyu:

1. kesangatbebasan si hudan hidayat
2. sikap hudan hidayat yang mengkampanyekan orisinalitas dengan begitu sangatnya hingga bersikap agak anti sikap mengambil wacana "dunia" (begitu dia menyebut wacana pemikiran barat) dengan begitu saja tanpa mencoba menandinginya.
3. sikap hudan yang "melawan" banyak "orang" sekelas budi darma dan iwan simatupang, dan dengan lumayan obsesif menunjukkan cacat-cacat mereka, tapi untuk orang-orang semacam fadjroel rahman, chavchay, dst. hudan "hanya" memperhatikan poin-poin kuat (atau yang hudan sukai dari mereka)... yang mana menegaskan pernyataan hudan di salah satu esai bahwa kritik sastra di indonesia itu (kira-kira) hanya ditulis teman sendiri.
4. sikap hudan yang anti takingforgranted wacana-wacana internasional tapi memandang novel orang asingnya albert camus lebih dengan sikap memuja, bukan kritis
5. aromanya lebih berupa apresiasi kreatif tinimbang kritik(nah, inilah yang patut dihargai dari upaya seorang novelis yang mencoba mengapresiasi dunia di sekelilingnya)

Sementara begitu saja dulu. Untuk lebih lengkapnya, kayaknya ya nanti kalo saya sudah benar-benar bisa menuliskan resensi yang utuh. :D Well, well, well ... selain buku, kita butuh sesuatu yang hebat untuk bisa menulis resensi: WAKTU!!!

Salam

<< 1 ... 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 >>
  • Postingan2 Kemarin

    • Jawaban
    • Children of Gebelawi: Nakal sih iya, tapi apa benar menghujat?
    • The Satanic Verses, Penghujatan Setitik (sebenarnya nggak cuma setitik sih!) Rusaklah Sastra Sebelanga
    • Antara Kutipan (Yg Disinyalir Dari) John Lennon Download Lagu Gratis "Defensus Mechanismus"
    • Osama Van Halen
    • Kedudukan Mengetik dalam Dunia Kepenulisan Indonesia Pasca-Reformasi :D
    • Di Balik Terjemahan Sastra yang Unik
    • Mengenal Unsur Gaya
    • Dua Buku Kumpulan Cerpen Si Pemimpi
    • Turut Berduka Cita
    • Allaahu Akbar wal-Open
    • *** Adalah ... (Apakah *** itu?)
    • Like a Mosque with no Imam
    • Faith and Fate, Muslim and Muscle, Sad and Glad
    • Menulis apa Bercerita?
    • Apakah Kita Kenal "Fact-checker"?
    • Hubungan dengan Bahasa Indonesia
    • Mengubur Duit 50 Rupiah
    • Jarinya Sebesar Pisang Ambon
    • Erasure: Penulis dan Pengharapan Pembacanya
    • Pesawat Murdock
    • Catatan Harian Seorang Pemimpi
    • Gadis Kerudung Jingga: Islam Progresip Dalam Bingkai Novel Nyeni
    • Haruskah Kaum Tercerabut Pulang Secara Fisik?
    • Bersama Kaum Beriman: Masyarakat Islam '80 di Mata V.S. Naipaul
    • Komentar Atas Perbandingan Sepotong Senja dan Sepotong Bibir
    • Simpulan V.S. Naipaul Buat Pengunjung Amrikiyya Syarekah
    • Angsa Terpanah Beberapa Bulan - Sebuah Studi Perbandingan
    • Ibn 'Arabi dari Three Muslim Sages
    • Kebijaksanaan Dusun
    • Archives
    • Latest comments
  • Sponsor

    Terima kasih
    Free Website Hosting
    atas penyediaan hosting gratisnya....

    Creative Commons License
    This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial 3.0 United States License.
powered by free blog software

©2010 by wawan eko yulianto | Contact | evoCamp skin | Recommended sites: Best Web Hosting and Domain Name Registration. Created with Website Builder Software | | blog software | UK hosts | monetize